Prof Dr Julizar Idris Asli putra daerah desa lingga Kabupaten Muara Enim Kini Jadi Komisaris PLN EPI

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), subholding PT PLN (Persero) yang bergerak di bidang penyediaan energi primer, baru saja melakukan reshuffle jajaran direksi dan komisaris.

Salah satu nama baru yang mencuri perhatian adalah Prof. Dr. Julizar Idris, M.Si, seorang akademisi dan birokrat ternama asal Sumatera Selatan, yang kini ditunjuk sebagai Komisaris PLN EPI.

Berdasarkan informasi PLN EPI, Kamis (10/7), pemegang saham melakukan sejumlah perubahan strategis, termasuk,  Rakhmad Dewanto ditetapkan sebagai Direktur Utama, menggantikan Iwan Agung Firstantara.  Erma Melina Sarahwati mengambil alih posisi Direktur Gas dan BBM.
Hokkop Situngkir menggantikan Antonius Aris sebagai Direktur Biomassa.  Nikson Silalahi diangkat sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen.

Selain itu, tiga nama baru bergabung dalam jajaran komisaris, salah satunya adalah Prof. Dr. Julizar Idris, bersama Wakil Menpora Taufik Hidayat dan Sekjen HIPMI Anggawira.

Prof. Dr. Julizar Idris, M.Si merupakan seorang akademisi, birokrat, dan tokoh masyarakat asli putra daerah asal Tanjung Enim, Desa Lingga Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Beliau dikenal sebagai sosok yang konsisten berkontribusi di dunia pendidikan dan administrasi publik dan olahraga.

Sejak 2013, Julizar Idris mengabdikan diri sebagai dosen di Universitas Kebangsaan,  Spesialisasi keilmuannya meliputi administrasi publik dan kepemimpinan birokrasi. Berkat dedikasinya, beliau berhasil meraih gelar Profesor dan menjadi salah satu akademisi terpandang di Indonesia.

Selain aktif di dunia akademik, Julizar Idris juga menjabat sebagai Ketua Umum Keluarga Besar Serasan Sekundang (KBSS), sebuah organisasi yang mewadahi perantau asal Muara Enim. Di bawah kepemimpinannya, KBSS terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program sosial dan pendidikan.

Kehadiran Julizar Idris di jajaran komisaris PLN EPI dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola perusahaan, khususnya dalam aspek, Kebijakan Energi Berkelanjutan  Dengan latar belakang administrasi publik, beliau diharapkan dapat memberikan masukan terkait regulasi dan kebijakan energi hijau.

Peningkatan Kinerja Birokrasi Perusahaan Pengalamannya dalam kepemimpinan birokrasi dapat membantu efisiensi operasional PLN EPI. Serta Sinergi dengan Masyarakat Perannya di KBSS membuatnya paham kebutuhan masyarakat, sehingga bisa mendorong program CSR yang lebih tepat sasaran.

Julizar dikenal sebagai pribadi yang teguh pada nilai integritas, transparansi, dan profesionalisme. Dalam banyak forum ilmiah maupun kebijakan publik, ia menekankan pentingnya sinergi antara ilmu pengetahuan dan praktik di lapangan. Kehadirannya di PLN EPI diharapkan memperkuat arah kebijakan, pengawasan strategis, serta pengambilan keputusan berbasis prinsip good corporate governance (GCG).

Dari ruang kuliah ke ruang rapat direksi, perjalanan Prof. Dr. Julizar Idris adalah contoh nyata bahwa ilmu pengetahuan tidak berhenti di kampus. Ia hidup dan tumbuh dalam kebijakan, dalam sistem, dan kini, di jantung sistem energi nasional—dengan harapan yang terus menyala dari kampung halamannya di Tanjung Enim.

Ke depan, PLN EPI diharapkan dapat semakin memperkuat perannya dalam transisi energi Indonesia, dengan dukungan SDM kompeten seperti Prof. Dr. Julizar Idris.
Berikut susunan lengkap direksi dan komisaris terbaru PLN EPI:

Direksi PLN EPI
Rakhmad Dewanto – Direktur Utama
Erma Melina Sarahwati – Direktur Gas dan BBM
Hokkop Situngkir – Direktur Biomassa
Ary Bastari – Direktur Batu Bara
Dedeng Hidayat – Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi
Efin Febriantoro R – Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
Komisaris PLN EPI
Nikson Silalahi – Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen
Taufik Hidayat – Komisaris
Anggawira – Komisaris
Julizar Idris – Komisaris
Ridwan Dhani Wirianata – Komisaris Independen

#Ketua MB-PKRI Cadsena [Jangkok]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *