Jeritan Wali Murid, Keluhkan Pembelian Buku LKS di duga di arah SMP Negeri 5 Muara Enim DI ARAH KAN BELI DI TOKOH POTO KOPI

Muara Enim, 28 Juli 2026 – Seorang wali murid SMP Negeri 5 Muara Enim mengeluhkan adanya di duga arahan membeli buku Lembar Kerja Siswa (LKS) dan sejumlah kebutuhan sekolah yang dinilai memberatkan kondisi ekonomi keluarganya.

Keluhan tersebut disampaikan kepada pimpinan media Enim Aktual pada Selasa (28/7/2026). Menurut pengakuan wali murid, ia bahkan terpaksa meminjam uang dari koperasi harian untuk memenuhi biaya pembelian buku LKS.

Wali murid tersebut mengaku berasal dari keluarga kurang mampu dan tidak memiliki pekerjaan tetap, sehingga merasa kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya.
Di sisi lain,

masyarakat mempertanyakan kebijakan terkait pengadaan buku LKS. Mereka mengacu pada program Pemerintah Kabupaten Muara Enim yang disebut melarang sekolah tingkat TK, SD, dan SMP menjual buku LKS kepada siswa karena kebutuhan pendidikan telah dibantu melalui anggaran pemerintah daerah.

Terkait keluhan tersebut, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan instansi terkait melakukan pemeriksaan serta audit terhadap pengelolaan dana pendidikan di SMP Negeri 5 Muara Enim, termasuk penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), apabila ditemukan indikasi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sangat di sayangkan pas jam kerja sekitar jam 10 WB terlihat tiang bendera sangat gundul tidak terpasang nya bendera di halaman sekolah tersebut sedang kan memasang bendera wajib di seluruh sekolah yang ada di Indonesia ini

Dan di ujung pertemuan Kapala sekolah itu menyuap atau merendahkan sebagai kontrol sosial atau wartawan dengan memberikan uang sebesar seratus ribu rupiah di depan Anggota kepolisian

Di mana itakad kepala sekolah tersebut seakan untuk menjebak wartawan yang di anggap nya semata mencari kesalahan atau mencari uang di mata kepala sekolah SMP negeri lima muara Enim

Hingga berita ini ditulis, pihak SMP Negeri 5 Muara Enim maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim belum memberikan keterangan resmi.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *